Jumat, 15 Mei 2009

"SUPERMAN IS DEAD"




















































Berawal pada tahun 95…..ketika personel sebuah band heavy metal Thunder bernama Ari Astina aka Jerinx merasa bosan dan ingin mencari sebuah inspirasi baru…kemudian kebetulan drummer band new wave punk Diamond Clash Budi Sartika aka Bobby Cool juga sedang ingin berganti profesi tuk menjadi seorg gitaris dan vokalis….Scr kebetulan kedua pemuda ini bertemu di Kuta dan kemudian mrkpun membentuk sebuah band punk……Pada saat itu posisi bass masih diisi oleh additional bassist bernama Ajuz…..Dan lagu2nya Green Day pulalah yg menjadi cover song mrk pada waktu pertama2 mrk nge-jam…namun tak lama kemudian,lewat seorg drug dealer…datanglah seorg bernama Eka Arsana aka Eka Rock….dan dia ini kebetulan sedang dlm pencarian identitas diri,oleh krn itu merasa tertarik dg visi dari kedua pemuda tersebut…maka resmilah eka bergabung dg Jerinx juga Bobby…Dan pada saat itu mrkpun mengambil nama Superman’s SilverGun sbg nama band punk mrk yg pertama……

Merasa bersalah dan kurang sreg dg pemilihan nama tsb,maka mrk pun sepakat menggantinya menjadi Superman Is Dead yg dlm konteks ini memiliki arti bahwa manusia yg sempurna hanyalah ilusi belaka dan imaginasi manusia yg tidak akan pernah ada….Dan lahirlah Superman Is Dead yg kerapkali diakronimkan dg sebutan SID…..sebuah titik awal dr sebuah kebangkitan..dan tak lama nama SID semakin bergaung di bali,krn padatnya show dan konser yg digelar pada waktu itu…ditambah lagi dg aktivitas underground di Bali yg boleh dibilang cukup produktif….SID kian menapakkan sayapnya utk terbang dan menjadi sukses…..puncaknya adl ketika mrk membuka konser Hoobastank di Hard Rock Cafe-Kuta Bali….nama mrk semakin dikenal publik,apalagi ditambah dg kehadiran mrk di bbrp even di Jakarta(PUMA)….semakin menambah kepercayaan diri SID utk berani melakukan gerakan revolusioner…khususnya di blantika musik Indonesia…..dan akhirnya mrkpun melego Sony Music Indonesia…

Perdebatan yg demikian alotnya antara pihak SID dan Sony berlangsung cukup lama….masing2 pihak bersikeras mempertahankan posisinya masing2….Pada waktu itu terjadi perdebatan seputar bahasa yg akan digunakan dlm lagu2 SID……dlm diskusi tsb pihak SID menginginkan 90% lagu2 mrk akan memakai bhs inggris,namun pihak Sony bersikeras agar porsi lagu2 SID yg berbhs inggris dikurangi…….Dan stlh bbrp bulan akhirnya kedua belah pihak menyepakati bahwa porsi lagu SID akan menjadi spt: 70%inggris dan sisanya Indonesia……Sebuah Gebrakan telah lahir dan muncul…..SID went to major label but they’re what they are just like 8 years ago…….Potret dari sebuah perjuangan………

"DIHUJAT DULU...DIHORMATI SEKARANG"

Entah karena ketiadaan bir dingin (yang biasanya membuat mereka lebih energetik), di siang nan terik namun berangin di gazebo di lantai atas gedung Twice Bar, Poppies Lane 2, Kuta; itu masing-masing personel Superman Is Dead—walau tetap usil—kental mencuatkan kesan lebih kalem, makin dewasa, tampak mulai menata cara bicara. Barangkali perjalanan panjang berliku telah menempa Bobby Kool, Eka Rock, dan Jrx, menjadi seperti sekarang: menjadi sosok yang lebih tenang. Bincang-bincang saya—where’s the beer, man?—di tengah hari bolong tersebut banyak menyoroti Angels & The Outsiders, album ke-4 SID bersama Sony yang amat-segera rilis; serta dinamika yang terjadi di keseharian mereka belakangan ini. Silakan simak rangkuman kisahnya.

Angels & the OutsidersLukisan tangan oil-on-canvas oleh Degan (kumpulan seniman street-art Yogya)

“Angels” menggambarkan limpahan energi positif, kepercayaan dan semangat nan tulus dari keluarga, sahabat, fans serta kondisi manajemen baru mereka yang berangsur menuju ideal. Sedangkan “Outsiders” dipancang sebagai identitas resmi-baru bagi komunitas/para penggemar yang sempat tak menentu akibat banyaknya nama yang terbentuk secara sporadis (seperti: Sidheads, Siders, Sidiot, etc.). Dan gabungan kedua kata tersebut kemudian membuka babak baru perjalanan Superman Is Dead di tahun 2009 ini.

SID Twice Bar

Empat belas tahun tujuh album. Tak berganti personel tak berganti haluan. Akhirnya album istimewa ini terlahir dari sebuah band punk-rock Indonesia. Album yang diakui oleh Bobby Kool, Eka Rock dan Jrx sebagai album yang paling sensitif ini banyak jujur bertutur sebagai manusia yang cinta keluarga namun juga fragile dan depresif. Seperti tema takut mati sendirian dalam Nights of the Lonely, atau Bobby yang lirih ingin pulang. Secara pribadi, rasanya seperti mendengar sebuah soundtrack film drama kisah nyata yang diperankan langsung oleh pelaku aslinya.

Bobby Kool Eka Rock Igo JrxBobby Kool,Eka Rock, Igo, Jrx

Selain keluar dari pakem punk rock dari segi mengungkap rasa, di lini musik mereka nekat bereksplorasi dengan musisi jazz senior seperti Rio Sidik (terompet), Erik Sondhy (piano) dan Sally Jo (biola). Album berisikan 15 lagu ini juga banyak memuat kolaborasi dengan musisi local-genius seperti Gembul Navicula (suling), rekan-rekan dari Tonja dengan ceng-ceng (perkusi tradisional Bali), hingga choir anak-anak di single utama Kuat Kita Bersinar yang video klipnya disutradarai oleh Patrick Effendy. Catatan mengagumkan lainnya adalah pada Jika Kami Bersama yang tak hanya ditulis bersama oleh Bobby Kool & Heru Shaggy Dog, namun juga direkam dan digarap bersama-sama oleh kedua band tanpa ada satu pun personel yang absen. Whoa!

Kesempatan mengupas-bahas album-berikut-pengalamannya dengan mereka kali ini terasa sangat berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Kini mereka terlihat dewasa berkompromi. Bersemangat tapi lebih taktis. Satu-satunya geram ganjalan yang mereka ungkap adalah mengenai sikap memandang sebelah mata yang masih saja dilakukan oleh pelaku industri dan media nasional terhadap raihan dan eksistensi Superman Is Dead selama ini.

SID Speed Racer


"JIKA KAMI BERSAMA"
jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
jika kami berpesta hening akan terpecah
aku, dia dan mereka memang gila memang beda
tak perlu berpura-pura memang begini adanya
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
dan kami di sini akan terus bernyanyi

dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
musik akan menghentak, anda akan tersentak
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
kami adalah kamu, muda, beda dan berbahaya

(ini lagunya, are you ready)

lepaskan semua belenggu yang melingkari hidupmu
berdiri tegak menantang di sana di garis depan
aku berteriak lantang untuk jiwa yang hilang
untuk mereka yang selalu tersingkirkan

ketika tiada beban lagi untuk berlari
ketika tiada orang yang akan peduli
aku dan dia selalu menunggumu di sini
angkat sekali lagi

dan kami di sini akan terus bernyanyi

dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
musik akan menghentak, anda akan tersentak
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
kami adalah kamu, muda, beda dan berbahaya

dan kami di sini akan terus bernyanyi

dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
musik akan menghentak, anda akan tersentak
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
kami adalah kamu, muda, beda dan berbahaya

dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya
musik akan menghentak, anda akan tersentak
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
kami adalah kamu, muda, beda dan berbahaya

hoooooooooo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar