Rabu, 13 Mei 2009

"PERSIJA JANGAN MENANGIS"











"PERSIJA JANGAN MENANGIS.......itu ungkapan hatiku setelah melihat kekalahan beruntun dari pelita jaya 2-1,persik 2-0,dan dihajar sri wijaya 4-3,sungguh hati ingin menangis melihat itu.
Tapi itu semuanya bukan sekedar salah pemain melainkan home house yang kandang persija di pindah dari stadion Glora Bung Karno ke stadion Gajayana Malang,membuat taring tim ibukota ini gak lagi tajam...........
Dan yang membuat pilu lagi persija sudah sulit mengejar krtinggalan poin dengan pemuncak klasemen Persipura yang tertinggal jauh.Dan tragisnya lagi salah satu oficial persija ada yang berani mengatakan "persija tak bisa juara ISL pada tahun ini"memang ada benarnya,membuat persija hanya bisa menargetkan juara di COPA.
Perija....Jak mania mendukungmu.......walau harus bertanding di Malang tapi suara kami akan terus TEMANI................"PERSIJA.......PERSIJA.......PERSIJA............."
Percayalah Persija…
Walau di Kanjuruhan…
Kamu ga Sendirian…

Demikian kutipan lagu yang dinyanyikan serempak oleh seribuan Jakmania saat dimulainya pertandingan antara Arema Malang menjamu Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan pada Minggu lalu …


Tentunya nyanyian tersebut tidak hanya sekedar ucapan kosong dari mulut seorang Jakmania karena memang faktanya saat itu “massa oranye” Jakmania memang benar-benar hadir menemani perjuangan Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen-Malang dan saat tulisan ini dibuat bersamaan juga dengan kembali diberangkatkannya rombongan Jakmania dalam rangka Jakmania Goes to Kediri untuk menemani perjuangan para Macan-Macan Persija yang akan berlaga di Stadion Brawijaya di Kota Kediri, Jawa Timur melawan tuan rumah Persik Kediri.

Namun yang paling menarik dalam menyimak kiprah para Jakmania dalam menemani Team Persija Jakarta berlaga adalah saat baru-baru ini dimana puluhan Jakmania lengkap dengan atribut Oranye pada hari Sabtu, 2 Mei 2009 yang lalu terlihat hadir di Stadion Jalak Harupat, Soreang Kab. Bandung yang selama ini dikenal tidak begitu bersahabat baik oleh Team Persija Jakarta maupun oleh Jakmania sendiri sebagai supporter Persija untuk dapat memberikan dukungan langsung kepada Team kesayangannya, Persija Jakarta walaupun kita tahu untuk merealisasikan hal tersebut sangatlah tidak mudah mengingat hambatan dan rintangan sepanjang perjalanan menuju Stadion Jalak Harupat sangatlah besar.

Mungkin sebagian orang menyebut dengan kehadiran para Jakmania di Stadion Jalak Harupat merupakan aksi gila & nekad, tetapi bagi saya itu adalah symbol kecintaan dan semangat yang layak kita acungkan dua jempol untuk loyalitas mereka,

“Kalian sudah menunjukkan loyalitas pada tim. Kecintaan kalian pada PERSIJA melebihi kekhawatiran kalian pada gangguan apapun. Semoga ini tidak membuat kalian jumawa karena OREN SEJATI TAK PERLU MEMBANGGAKAN DIRI.”
Demikian responds dari Bung Ferry yang diposting di Guest Book (GB) situs ini.

“gw salut ama lo semua yang pada datang kejalakharupat, buat anak viking jadilah pria sejati yang mau mengakui keberanian maupun kemenangan orang lain, biarpun gw kecewa lo bisa nginjek jalakharupat tp gw lapang dada, gw terima kejadian ini sebagai kemenangan lo semua…”

Demikian salah satu tulisan di GB dari beberapa komentar para bobotoh menanggapi kehadiran Jakmania di Stadion Jalak Harupat pada Sabtu lalu.
Kemenangan ? saya rasa ini bukan soal kalah dan menang sobat bobotoh, tetapi lebih kepada loyalitas Jakmania terhadap Team Persija.

Banyak cerita-cerita menarik jika kita berbicara seputar loyalitas Jakmania terhadap Persija, terutama dalam usahanya menemani Team Persija bertanding dimanapun Persija berlaga, masih segar juga dalam ingatan kita saat rombongan Jakmania dihadang oleh Oknum-Oknum Kabomania saat laga uji coba dilangsungkan di Stadion Persikabo,Cibinong-Bogor antara Persija Jakarta dengan Persikabo Bogor pada Desember lalu, walaupun sempat diwarnai bentrokan untuk menghambat rombongan Jakmania menuju Stadion, toh pada akhirnya rombongan Jakmania tetap dapat menembus masuk ke dalam Stadion Persikabo saat itu untuk menemani Team Persija Beruji coba dengan Team Persikabo Bogor.

Mau cerita yang lebih klasik ? tentu saja memory saat Jak Tangerang & Jak Barat (Jakarta Barat) yang selalu menembus hadangan ribuan Viola (Suporter Persita Tangerang) dan Aparat Keamanan untuk memuaskan hasrat mereka dalam menemani Team Persija Jakarta di Stadion Benteng, Tangerang walaupun pernah juga seorang rekan dari The Jak Barat yang kepalanya ditodongkan pistol oleh aparat kepolisian dan meminta rombongan Jakmania kembali ke Jakarta, namun semuanya itu tidak menyurutkan keinginan Jakmania untuk tetap hadir di Stadion pada waktu itu, sehingga pada akhirnya rombongan dapat tembus juga masuk ke Stadion Benteng saat itu.

Masih banyak cerita-cerita loyalitas dan pengorbanan rekan-rekan Jakmania terhadap team kebanggaannya, Persija Jakarta, yang rasanya tidak akan pernah habis jika di uraikan satu persatu, termasuk cerita-cerita manis indahnya persahabatan dengan supporter lain saat Jakmania disambut hangat di banyak kota saat Jakmania melakukan Tour Tandangnya dan bahkan Jakmania sendiri pernah meraih penghargaan sebagai Supporter Terbaik Copa Indonesia berdasarkan atas komitmen Jakmania yang selalu hadir dimanapun Persija berlaga apapun kondisinya, seperti yang tergambar pada potongan bait lagu di atas…

Profil Persija
logopersija.jpg
Data Klub


Nama Klub :
Persija Jakarta
Julukan
:
Macan Kemayoran, The Jak
Berdiri
:
Jakarta, 28 November 1928
Alamat
:
Graha Wisata Gelanggang Olahraga Ragunan
Lt. 2 Pasar Minggu, Jaksel
Stadion
:
std. Gelora Bung Karno, Senayan & std. Lebak Bulus
Kapasitas
:
88.000 & 15.000
Suporter
:
The Jakmania



Official Tim


Ketua Pengelola / Manajer Tim
:
H. Haryanto Badjoeri
Asisten Manajer
:
Ir. T. Ferry Indrasjarief
Pelatih Kepala
:
Danurwindo
Asisten Pelatih
:
Isman Jasulmei
Pelatih Kiper
:
Haryono
Pelatih Fisik
:
Agus Sugeng
Dokter Tim
:
Dr. Mohamad Nasrun (MONAS)
Measseur 1
:
Jimmy
Measseur 2
:
Mansyur
Administrasi
:
Zulkifli
Bendahara
:
Rahmi
Staff
:


Prestasi Klub

1931 Juara - VIJ Jakarta (nama awal Persija)
1933 Juara - VIJ Jakarta (nama awal Persija)
1934 Juara - VIJ Jakarta (nama awal Persija)
1938 Juara - VIJ Jakarta (nama awal Persija)
1964 Persija Jakarta
1973 Persija Jakarta
1975 Persija Jakarta dan PSMS Medan (juara bersama)
1977 Persija Jakarta
1979 Persija Jakarta
1990 Divisi Utama Peringkat 10
1995 Peringkat 12 Wilayah Barat
1995 Peringkat 13 Wilayah Barat
1996 Peringkat 10 Wilayah Barat
1998 Semifinalis
1999 Semifinalis
2001 Juara Liga Bank Mandiri
2002 8 Besar Liga Bank Mandiri
2003 Peringkat 7 Liga Bank Mandiri
2004 Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
2005 Runner-Up Liga Indonesia
2005 Runner-Up Copa Indonesia
2006 Liga Indonesia 8 Besar
2006 Copa Indonesia Juara 3
2007 Copa Indonesia Juara 3

1 komentar: